Eximbank Dapat Kredit Rp1,7 Triliun dari ADB

"Kami berharap kredit dan technical assistance ini akan mendorong pertumbuhan ekspor RI."

Bank Pembangunan Asia (ADB) memberi fasilitas pinjaman sebesar US$200 juta atau sekitar Rp1,74 triliun kepada Indonesia Eximbank. Fasilitas terdiri dari pinjaman bertenor lima tahun dan tiga tahun.

Pinjaman sebesar US$100 juta dengan tenor lima tahun terdiri dari US$30 juta akan digunakan bagi pembiayaan proyek efisiensi energi dan pembiayaan persyaratan ISO 50001 untuk meningkatkan daya saing. Sisanya, US$70 juta akan digunakan bagi pembiayaan proyek baru, peningkatan fasilitas modal kerja eksisting debitur dan refinancing.

Sedangkan pinjaman bertenor tiga tahun dari dana bank komersial akan dipakai untuk pembiayaan term lending dan modal kerja sektor korporasi dan usaha kecil dan menengah berorientasi ekspor. Bank komersial tersebut yakni ANZ Banking Group Limited, The Bank Nova Scotia Asia Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan Wells Fargo Bank, NA.

"Pinjaman untuk menjembatani biaya akibat kesenjangan mata uang," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, I Made Gde Erata, di Jakarta, Senin 28 Maret 2011.

Bersamaan dengan pinjaman tersebut, dia menambahkan, Indonesia Eximbank juga akan menerima hibah berbentuk Technical Assistance-Capacity Development sebesar US$1,45 juta.
"Kami berharap dengan fasilitas pinjaman dan technical assistance akan mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia lebih baik di masa depan," kata I Made.

Eximbank tahun ini menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar Rp1,9 triliun.

0 komentar:

Posting Komentar